DARLING
(Sadar Lingkungan)
Inovasi Pendukung Gaya Hidup Berkelanjutan
Halo sahabat KOMPASH, kalian tau gak sih apa itu DarLing? DarLing merupakan tindakan yang melibatkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap alam dan usaha untuk mengurangi jejak ekologis serta mendukung keberlanjutan. Perubahan iklim merupakan tantangan lingkungan yang paling berdampak bagi keberlangsungan kehidupan di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang, karena itu kita harus memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dengan lingkungan. Nah, salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah menciptakan inovasi gaya hidup berkelanjutan yang diharapkan dapat mewujudkan target SDGs 2030 agar tidak terjadi krisis dunia seperti kelangkaan dan rusaknya ekosistem bumi yang menjadi akar permasalahan ini.
Untuk membahas permasalahan tersebut kami melakukan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam melalui proses wawancara yang ditujukan kepada warga sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso. Wawancara yang kami lakukan berkaitan dengan perilaku manusia mengenai pengolahan sampah, penggunaan transportasi, listrik, dan makanan sehari hari.Wawancara dilakukan pada tanggal 16 januari 2024. Hasil yang kami dapatkan pada penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
A . Transportasi
1. Sesi 1 (07.30-08.30)
Sesi 1 dilakukan di pagi hari, ketika masyarakat mulai braktivitas seperti pergi ke sekolah, bekerja, dan berbelanja kebutuhan. Oleh karena itu, kondisi jalan pada sesi 1 cenderung ramai dengan kendaraan dibandingkan sesi 2 dan sesi 3. Berdasarkan data yang kami peroleh dalam waktu 5 menit kendaraan yang melintas di sekitar SMA Muhammadiyah sebanyak 150 pengguna motor, 32 pengguna mobil, 11 pesepeda pancal, dan 24 pejalan kaki.
2. Sesi 2 (08.30 - 09.30)
Pada sesi 2 transportasi yang melintas cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan sesi 1. Berdasarkan data yang kami peroleh dalam 5 menit terdapat sebanyak 78 pengguna motor, 19 pengguna mobil , 5 pesepeda pancal yang melintas di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso. Pada jam ini, hanya sedikit pejalan kaki yang lewat, dapat dihitung sekitar 2-4 orang
3. Sesi 3 (13.00 - 14.00)
Saat sesi 3 bertepatan dengan jam pulang sekolah, sehingga kondisi jalan disekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso lebih ramai dibandingkan sesi ke 2 karena siswa siswi di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso cenderung memilih berjalan kaki jika jarak rumah dekat, dan sebagian besar dijemput oleh orang tua atau membawa sepeda motor sendiri.
B. Makanan
Dari 40 orang narasumber 24 diantaranya menyukai makanan yang proses pengolahan nya rumit dan menghasilkan banyak limbah. dan 16 orang lainnya lebih menyukai makanan simpel yang proses pengolahannya mudah dan menghasilkan limbah yang sedikit. Dan sebagian besar pelajar yang bersekolah di wilayah sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso memilih untuk membawa bekal daripada membeli. Sehingga dapat disimpulkan masyarakat sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso telah mengurangi gas karbon dengan membawa bekal dan reuseable cup.
C. Kondisi Lingkungan
Lingkungan cukup bersih dan rapi terdapat banyak pepohonan dan tanaman. Meski demikian, beberapa pohon masih kurang rapi karena terdapat banyak poster kampanye. Narasumber rata-rata cukup puas dengan kebersihan di sekelilingnya. Upaya untuk menjaga lingkungan, yaitu:
1. Menjaga lingkungan sekitar, dengan cara melakukan kerja bakti 1 kali setiap minggu serta menerapkan replant.
2. Daur ulang, dengan cara mengolah limbah dan memilah barang-barang yang dapat dipakai kembali
3. Penghematan energi, dengan cara mengurangi penggunaan energi dengan mematikan perangkat saat tidak digunakan dan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan.
4. Pendidikan lingkungan, dengan cara menyebarkan kesadaran dan pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kesimpulan dari hasil penelitian kami yaitu :
• 80% masyarakat di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi saat bepergian daripada berjalan kaki.
• 75% masyarakat lebih suka mengkonsumsi makanan yang rendah gula, dan mengonsumsi makanan yang proses pembuatannya tergolong sulit.
• 90% masyarakat di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso mengaplikasikan listrik secara normal dan juga sebagian besar menerapkan perilaku hemat listrik.
• Lingkungan di sekitar Muhammadiyah tergolong asri. Terdapat beberapa pohon rindang dan bunga hias, terlihat juga beberapa warga yang sedang membersihkan halaman rumahnya.
• Lingkungan cukup bersih, hanya sedikit sampah yang menumpuk di selokan atau di pinggir jalan, sebagian besar sampah tersebut adalah sampah organik.
• Kurangnya tempat sampah disekitar wilayah SMA Muhammadiyah Bondowoso.
• Masyarakat di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso melaksanakan gotong royong dan membersihkan lingkungan beberapa bulan sekali.
Kesadaran setiap individu di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi dengan penerapan gaya hidup berkelanjutan karena cara penempatan dan pengelolaan sampah di sekitar SMA Muhammadiyah Bondowoso masih dibilang kurang.
Harapannya akan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan tercapainya keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

wow💯💯
BalasHapus